Sabtu, 04 Februari 2012

” DIAM itu lebih capek dibanding berfikir… “

” DIAM itu lebih capek dibanding berfikir… “

Duduk, melamun, browsing gak jelas, dan akhirnya mata pun sayup terbunuh oleh kebosanan. ditambah lagi dengan lambatnya waktu yang seakan membawa kita pada celah ketidaknyamanan. entah berapa waktu yang terbuang begitu banyak,  jika sehari saja dihabiskan hanya dengan berdiam diri. tanpa melakukan sesuatu yang menghasilkan walau hanya segores kata atau seperak rupiah.  Fikiran yang pasif  lambat laun pun akan mengikis sesuatu yang disebut dengan keahlian / hobby. bukankah sesuatu yang akhirnya mejadi besar itu dimulai dengan banyaknya pemikiran-pemikiran yang kecil ?? #haa.. sok menggurui :)
Lalu saya pun mulai berfikir, ” berarti banyak banget ya waktu saya yang terbuang selama 20 tahun ini ?? ” dimulai dari tidur, melamun, nonton, maen, lalu kadang browsing gak jelas.. ditambah lagi kalau galau mulai melanda, yang seakan waktu terhenti di tempat.  huu.. waktu yang banyak itu tanpa meninggalkan jejak sejarah yang pasti.
Dan lagi.. sebenarnya DIAM itu lebih capek dibanding berfikir, bagaimana tidak.. kadang saat berdiam diri itu hati/perasaan kita sedang tekoyak dengan berbagai permasalahan ataupun sesuatu yang menyesakan dada. dan mungkin hal itu cukup menguras tenaga yang akhirnya menjadikan diri sebagai beban. coba kita bandingkan kalau kita sedang melakukan aktifitas yang mengharuskan kita untuk berfikir. tentunya hal itu lebih menyenangkan dibanding kalau kita hanya dengan berdiam diri, jika endingnya menghasilkan sesuatu yang tidak sama sekali berguna. malah yang ada hanya waktu yang terbuang sia-sia. then.. kita lebih milih DIAM atau BERFIKIR ?? #gaya mikir :)

Jumat, 03 Februari 2012

Malaikat Itu Mengenakan Seragam PNS…

” Malaikat itu mengenakan seragam PNS… “

Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya..  dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh).  tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal..  hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
angin dan udara pagi yang sejuk menambah suasana semakin nyaman jika kembali menarik selimut, pikirku. tapi sesegera mungkin angan itu ku sibak jauh dari otak. ya, bagaimana tidak.. baru keluar gerbang berjalan beberapa langkah menuju tempat saya bekerja,  saya di pertemukan dengan seoarang bapak paruh baya berjalan menarik gerobak sampahnya. motor dan kendaraan lain yang berlalu lalang menambah suasana yang teduh menjadi hidup. seakan semuanya berlomba-lomba mecari dan mencari rizki dengan segala aktifitasnya masing-masing. saya pun berjalan tepat di belakang gerobak sampah yang bapak itu tarik. wajahnya bulat.. dengan raut ketegaran yang saya tangkap, sekali lagi.. mungkin karena beliau ingin menunjukan kepada siapa saja yang melintasinya, kalau dirinya berkerja dan melakukan pekerjaan itu dengan hati penuh kegembiraan. tepatnya dengan rasa syukur mungkin. ditambah pula dengan perawakan dan postur tubuh yang terlihat kuat dan fat (gemuk). setelah beberapa langkah saya berjalan dibelakang gerobak sampah itu.. terlihat seorang pengendara motor memakai jaket kulit berwarna hitam pekat menghentikan laju motornya, yang saya kira.. seseorang itu hanya akan sekedar menerima telfon atau apalah. tidak disangka.. laki-laki gagah yang sepertinya seumuran dengan bapak pengangkut sampah itu.

Jumat, 20 Januari 2012

Catatan hati tak berbekas

Jiwa ku tertelan oleh asa ku sendiri..
seakan semua melayang terbang bebas mengepakan sebelah sayapnya.
tertatih tatih namun ia tetap beranjak..
bahkan sepintas ia memaksakan.
lalu kumbang pun mulai bertanya..
" bagaimana mungkin ia bisa terbang dengan sebilah sayap rapuhnya ?
sedangkan untuk merangkak pun ia berteman dengan kesakitan.
bagaimana mungkin ia bisa menemukan titik bahagianya ?
sedangkan untuk tersenyum pun ia sibak kan air matanya "
lalu aku pun menjawab dengan satu jawab yang pasti..

" karena ku punyai Ruh yang IA hembuskan ke jasad yang merapuh ini, dengan segenap cintaNya selalu menguatkan aku.. "
 
 

Rabu, 18 Januari 2012

" Subhanallah.. aku mencintainya "

 " Karena hati bicara.. "

Mencintai dan dicintai adalah dambaan setiap raga yang bernyawa, yang ku yakini tiada kata lelah untuk mengukir uraian cinta dalam kehidupan sehari-hari. hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam #pepatah.
lalu bagaimana dengan kita ?? seperti itukah gambaran yang tepat untuk disimbolkan sebagai bentuk mahluk yang mempunyai sekeping hati ?? dan disaat sapaan lembutNya membawa pesan dalam bentuk cinta.. membawanya kedalam fitrah sebagai manusia yang di ciptakan untuk saling cinta mencintai. berbagai ungkapan dan ucapan mampu menerobos sisi kemanusiaan di bawah lautan cintaNya. lalu.. aku pun mampu berucap " Subhanallah.. aku mencintainya " satu rasa berbalut raga yang ku yakini mampu mengokohkan langkah untuk menuntun kejalanNya. Insya ALLAH...


" Bunga-bunga cinta indah bersemi
Diantara harap pinta padanya
Tuhan tautkanlah cinta di hati
Berpadu indah dalam mihrab cinta... "
 
( Bunga-bunga cinta )
 
 

Selasa, 17 Januari 2012

bukan kah BAHAGIA dan DUKA itu IA yang ciptakan ??

Sandarkan hatimu kedalam peluk rengkuhNya, menangislah.. sepuas kau tumpahkan segala resah yang mungkin membebani. adukan segalanya kepada sang pemilik napas. jadikan IA tumpuan disegala apa yang kau rasa.. tangis, bahagia, duka dan luka.  bukan kah BAHAGIA dan DUKA itu IA yang ciptakan ?? tapi tak semua orang mampu bersyukur atas nikmat bahagia yang ia dapatkan. dan jika dalam keadaan duka pun ia berpaling dariNya.. hhmmm wallahu'alam.


Muhasabbah diri

Ketika mata ini seakan lelah tuk mlihat segala bentuk perubahan, segala perwujudan hitam dan putih yang silih berganti meliputi darah yang tiada henti. sebaiknya hentikan sejenak langkah kita.. koreksi dan ber muhasabbah diri apa-apa yang telah di lalui dengan sejengkal waktu yang terbuang. bisa jadi dengan kita menghentikan langkah dan bermuhasabbah diri sejenak itu.. waktu yang akan kita lalui di esok lusa akan lebih berwarna dan berani menghadapi segala perubahan yang abstrak. karena memang bermuhasabbah diri adalah cara yang tepat untuk menjadikan pribadi yang mau berubah dan merubah dirinya sendiri. karena kita manusia tempatnya salah. tapi jangan dijadikan alasan untuk selalu SALAH.


Senin, 16 Januari 2012

Rabb.. peluk aku, sehingga tiada kata lelah dalam napas ku.

Semuanya seakan menggumpal di ubun-ubun, ingin ku muntahkan segala rasa yang membelenggu jiwa menyokong dan menyesakan dada. agar ku dapati setitik kelegaan yang mematri dalam lara.
aku.. ya !! aku disini seakan membenci diri sendiri. mencoba memejam mata namun tak ku sanggupi.. mencoba berteriak namun ku tak kuasa. lalu ku pilih diam.. walau diam bukan batas akhir dari segala rasa yang menghimpit. entah rasa apa ini ?? aku pun tak mengerti, yang ku tau.. seakan dada membuncah namun  tak ku temui titik celah untuk ku keluarkan. sampai akhirnya.. rasa itu berdiam dan menjadi belenggu bagiku sendiri.
Rabb.. jika memang rasa ini adalah teguran atasMu terhadapku. maka aku pun akan memohon ampun... ampunkan atas semua nista yang mungkin ku lupakan. ampun kan atas semua noda yang mungkin ku ukir. Rabb.. jangan biarkan aku membenci diriku sendiri dengan keadaan ini. jangan biarkan rabb ku...
dan jangan pula KAU hadirkan rasa yang berlebih untuk mereka, jika hadirnya rasa itu hanya akan menyiksa dan menyakiti qalbu nya. biar ku peluk erat nur Mu dalam belaian lembut cinta Mu saja.. dan biarkan semuanya mengalir tanpa harus menyakiti seonggok qalbu. cukup Engkau yang menjadi penolong dan penjagaku..

Rabb.. peluk aku, sehingga tiada kata lelah dalam napas ku. 


Kamis, 22 Desember 2011

ketika kupalingkan pada sebuah PENA

Hilangnya kata dalam makna sebenarnya
mengalihkan semua rasa yang menyimpan beribu arti
hingga mampu memalingkan dari semua rasa yang menggebu
bukan ku tak mampu.. tapi ku memalu.
dan ketika kupalingkan pada sebuah pena...
semuanya seakan mengadu pada selembar kertas polos
terus menari seakan memacu pada kebebasan
merangkai kata dalam sebuah bait.
merangkum indah bahasa qalbu yang mengalir penuh makna
dan aku.. aku pun terus terlena dengan jemariku
seakan enggan untuk berlalu.. 
bahkan membiarkan tanda (.) hadir di akhir bait qalbu ku.