” Malaikat itu mengenakan seragam PNS… “
Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya.. dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh). tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal.. hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
angin dan udara pagi yang sejuk menambah suasana semakin nyaman jika
kembali menarik selimut, pikirku. tapi sesegera mungkin angan itu ku
sibak jauh dari otak. ya, bagaimana tidak.. baru keluar gerbang berjalan
beberapa langkah menuju tempat saya bekerja, saya di pertemukan dengan
seoarang bapak paruh baya berjalan menarik gerobak sampahnya. motor dan
kendaraan lain yang berlalu lalang menambah suasana yang teduh menjadi
hidup. seakan semuanya berlomba-lomba mecari dan mencari rizki dengan
segala aktifitasnya masing-masing. saya pun berjalan tepat di belakang
gerobak sampah yang bapak itu tarik. wajahnya bulat.. dengan raut
ketegaran yang saya tangkap, sekali lagi.. mungkin karena beliau ingin
menunjukan kepada siapa saja yang melintasinya, kalau dirinya berkerja
dan melakukan pekerjaan itu dengan hati penuh kegembiraan. tepatnya
dengan rasa syukur mungkin. ditambah pula dengan perawakan dan postur
tubuh yang terlihat kuat dan fat (gemuk). setelah beberapa langkah saya
berjalan dibelakang gerobak sampah itu.. terlihat seorang pengendara
motor memakai jaket kulit berwarna hitam pekat menghentikan laju
motornya, yang saya kira.. seseorang itu hanya akan sekedar menerima
telfon atau apalah. tidak disangka.. laki-laki gagah yang sepertinya
seumuran dengan bapak pengangkut sampah itu.
dengan tangan melambai.. bapak gagah itu menyodorkan lipatan uang 10.000 rupiah. entah berapa jumlahnya.. yang saya lihat hanya bentuk nominalnya saja. selepas memberi uang kepada bapak pengangkut sampah tersebut.. beliau pun langsung melajukan kembali seperda motornya tanpa menghiraukan ucapan terimakasih dari bapak si pengangkut samapah itu. subhanallah… dalam hati saya pun ikut mengucap “terimakasih..”
entah apa yang membuat hati saya ini seakan berada di posisi bapak pengangkut sampah itu, sepintas saya melihat ada guratan senyum di wajah bapak itu.. tentunya saya pun sedikit merasa bahagia. berkali-kali pula saya melihat si malaikat itu dari bekalang bahunya. lagi-lagi ada perasaan sedikit kaget.. yang membuat saya kembali menyakinkan kalau malaikat itu mengenakan seragam PNS. yang terlihat dari balik jaket kulit hitamnya.
” Dimanapun anda.. siapapun anda.. dan apapun profesi dan jabatan anda, semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME. terimakasihku untukmu wahai malaikat.. yang saya sebut sebagai malaikat di dunia berlabelkan manusia. “
Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya.. dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh). tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal.. hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
dengan tangan melambai.. bapak gagah itu menyodorkan lipatan uang 10.000 rupiah. entah berapa jumlahnya.. yang saya lihat hanya bentuk nominalnya saja. selepas memberi uang kepada bapak pengangkut sampah tersebut.. beliau pun langsung melajukan kembali seperda motornya tanpa menghiraukan ucapan terimakasih dari bapak si pengangkut samapah itu. subhanallah… dalam hati saya pun ikut mengucap “terimakasih..”
entah apa yang membuat hati saya ini seakan berada di posisi bapak pengangkut sampah itu, sepintas saya melihat ada guratan senyum di wajah bapak itu.. tentunya saya pun sedikit merasa bahagia. berkali-kali pula saya melihat si malaikat itu dari bekalang bahunya. lagi-lagi ada perasaan sedikit kaget.. yang membuat saya kembali menyakinkan kalau malaikat itu mengenakan seragam PNS. yang terlihat dari balik jaket kulit hitamnya.
” Dimanapun anda.. siapapun anda.. dan apapun profesi dan jabatan anda, semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME. terimakasihku untukmu wahai malaikat.. yang saya sebut sebagai malaikat di dunia berlabelkan manusia. “


0 komentar:
Posting Komentar