Belum reda dada ini dengan adanya kabar kalau sang kakek dalam keadaan memprihatinkan disana, pagi ini saya lewati dengan keyakinan hati kalau beliau baik-baik saja dikampung sana. beliau memang sudah hampir 3 tahun hidup sendiri setelah ditinggalkan seorang istri, yaitu mbah putriku. bukan karena anak-anaknya yang tidak menginginkan beliau untuk tinggal bersama. melainkan karena beliau sendirilah yang kekeuh untuk memilih tinggal sendiri disana. walau dengan keadaan sakit-sakitan. sekitar hampir 2 bulan yang lalu beliau dibawa kejakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak dari anak-anaknya disini. tapi apa yang terjadi ?? baru sekitar sebulan beliau bersi keras meminta untuk kembali ke kampung halamannya. berkali-kali permintaanya itu ditolak. mulai dari penolakan halus.. sampai penolakan yang mungkin saya rasa agak sedikit menyakiti hati beliau. ya, semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk kebaikan dan kesembuhan beliau. hingga akhirnya… kami pun tidak lagi bisa mencegah keinginan beliau untuk memberi izin pulang kekampung halamannya, lebih tepatnya di daerah Brebes jawa tengah. dan 4 hari yang lalu.. beliau akhirnya nekat untuk pulang sendiri tanpa didampingi siapapun. sungguh… dalam hati kecil pun saya merasa tidak tega bahkan agak sedikit marah dengan perizinan anak-anaknya itu. ” seharusnya kalaupun beliau di izinkan untuk pulang mbokyao ada yang nemenin gth.. “ gerutuku dalam hati. tapi apalah daya… saya pun tidak bisa bertindak apa-apa selain menyimpan beribu-ribu do’a untuk kebaikannya. dan saya pun harus mengerti keadaan anak-anaknya yang memang lagi dalam keadaan mengurus pekerjaan masing-masing. begitu juga saya.. :(
Sabtu, 04 Februari 2012
” Orang terpenting itu satu per satu diambilNYA… “
Belum reda dada ini dengan adanya kabar kalau sang kakek dalam keadaan memprihatinkan disana, pagi ini saya lewati dengan keyakinan hati kalau beliau baik-baik saja dikampung sana. beliau memang sudah hampir 3 tahun hidup sendiri setelah ditinggalkan seorang istri, yaitu mbah putriku. bukan karena anak-anaknya yang tidak menginginkan beliau untuk tinggal bersama. melainkan karena beliau sendirilah yang kekeuh untuk memilih tinggal sendiri disana. walau dengan keadaan sakit-sakitan. sekitar hampir 2 bulan yang lalu beliau dibawa kejakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak dari anak-anaknya disini. tapi apa yang terjadi ?? baru sekitar sebulan beliau bersi keras meminta untuk kembali ke kampung halamannya. berkali-kali permintaanya itu ditolak. mulai dari penolakan halus.. sampai penolakan yang mungkin saya rasa agak sedikit menyakiti hati beliau. ya, semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk kebaikan dan kesembuhan beliau. hingga akhirnya… kami pun tidak lagi bisa mencegah keinginan beliau untuk memberi izin pulang kekampung halamannya, lebih tepatnya di daerah Brebes jawa tengah. dan 4 hari yang lalu.. beliau akhirnya nekat untuk pulang sendiri tanpa didampingi siapapun. sungguh… dalam hati kecil pun saya merasa tidak tega bahkan agak sedikit marah dengan perizinan anak-anaknya itu. ” seharusnya kalaupun beliau di izinkan untuk pulang mbokyao ada yang nemenin gth.. “ gerutuku dalam hati. tapi apalah daya… saya pun tidak bisa bertindak apa-apa selain menyimpan beribu-ribu do’a untuk kebaikannya. dan saya pun harus mengerti keadaan anak-anaknya yang memang lagi dalam keadaan mengurus pekerjaan masing-masing. begitu juga saya.. :(
” DIAM itu lebih capek dibanding berfikir… “
” DIAM itu lebih capek dibanding berfikir… “
Duduk, melamun, browsing gak jelas, dan akhirnya mata pun sayup terbunuh oleh kebosanan. ditambah lagi dengan lambatnya waktu yang seakan membawa kita pada celah ketidaknyamanan. entah berapa waktu yang terbuang begitu banyak, jika sehari saja dihabiskan hanya dengan berdiam diri. tanpa melakukan sesuatu yang menghasilkan walau hanya segores kata atau seperak rupiah. Fikiran yang pasif lambat laun pun akan mengikis sesuatu yang disebut dengan keahlian / hobby. bukankah sesuatu yang akhirnya mejadi besar itu dimulai dengan banyaknya pemikiran-pemikiran yang kecil ?? #haa.. sok menggurui :)
Lalu saya pun mulai berfikir, ” berarti banyak banget ya waktu saya yang terbuang selama 20 tahun ini ?? ” dimulai dari tidur, melamun, nonton, maen, lalu kadang browsing gak jelas.. ditambah lagi kalau galau mulai melanda, yang seakan waktu terhenti di tempat. huu.. waktu yang banyak itu tanpa meninggalkan jejak sejarah yang pasti.
Dan lagi.. sebenarnya DIAM itu lebih capek dibanding berfikir, bagaimana tidak.. kadang saat berdiam diri itu hati/perasaan kita sedang tekoyak dengan berbagai permasalahan ataupun sesuatu yang menyesakan dada. dan mungkin hal itu cukup menguras tenaga yang akhirnya menjadikan diri sebagai beban. coba kita bandingkan kalau kita sedang melakukan aktifitas yang mengharuskan kita untuk berfikir. tentunya hal itu lebih menyenangkan dibanding kalau kita hanya dengan berdiam diri, jika endingnya menghasilkan sesuatu yang tidak sama sekali berguna. malah yang ada hanya waktu yang terbuang sia-sia. then.. kita lebih milih DIAM atau BERFIKIR ?? #gaya mikir :)
Duduk, melamun, browsing gak jelas, dan akhirnya mata pun sayup terbunuh oleh kebosanan. ditambah lagi dengan lambatnya waktu yang seakan membawa kita pada celah ketidaknyamanan. entah berapa waktu yang terbuang begitu banyak, jika sehari saja dihabiskan hanya dengan berdiam diri. tanpa melakukan sesuatu yang menghasilkan walau hanya segores kata atau seperak rupiah. Fikiran yang pasif lambat laun pun akan mengikis sesuatu yang disebut dengan keahlian / hobby. bukankah sesuatu yang akhirnya mejadi besar itu dimulai dengan banyaknya pemikiran-pemikiran yang kecil ?? #haa.. sok menggurui :)
Lalu saya pun mulai berfikir, ” berarti banyak banget ya waktu saya yang terbuang selama 20 tahun ini ?? ” dimulai dari tidur, melamun, nonton, maen, lalu kadang browsing gak jelas.. ditambah lagi kalau galau mulai melanda, yang seakan waktu terhenti di tempat. huu.. waktu yang banyak itu tanpa meninggalkan jejak sejarah yang pasti.
Dan lagi.. sebenarnya DIAM itu lebih capek dibanding berfikir, bagaimana tidak.. kadang saat berdiam diri itu hati/perasaan kita sedang tekoyak dengan berbagai permasalahan ataupun sesuatu yang menyesakan dada. dan mungkin hal itu cukup menguras tenaga yang akhirnya menjadikan diri sebagai beban. coba kita bandingkan kalau kita sedang melakukan aktifitas yang mengharuskan kita untuk berfikir. tentunya hal itu lebih menyenangkan dibanding kalau kita hanya dengan berdiam diri, jika endingnya menghasilkan sesuatu yang tidak sama sekali berguna. malah yang ada hanya waktu yang terbuang sia-sia. then.. kita lebih milih DIAM atau BERFIKIR ?? #gaya mikir :)
Jumat, 03 Februari 2012
Malaikat Itu Mengenakan Seragam PNS…
” Malaikat itu mengenakan seragam PNS… “
Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya.. dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh). tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal.. hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
angin dan udara pagi yang sejuk menambah suasana semakin nyaman jika
kembali menarik selimut, pikirku. tapi sesegera mungkin angan itu ku
sibak jauh dari otak. ya, bagaimana tidak.. baru keluar gerbang berjalan
beberapa langkah menuju tempat saya bekerja, saya di pertemukan dengan
seoarang bapak paruh baya berjalan menarik gerobak sampahnya. motor dan
kendaraan lain yang berlalu lalang menambah suasana yang teduh menjadi
hidup. seakan semuanya berlomba-lomba mecari dan mencari rizki dengan
segala aktifitasnya masing-masing. saya pun berjalan tepat di belakang
gerobak sampah yang bapak itu tarik. wajahnya bulat.. dengan raut
ketegaran yang saya tangkap, sekali lagi.. mungkin karena beliau ingin
menunjukan kepada siapa saja yang melintasinya, kalau dirinya berkerja
dan melakukan pekerjaan itu dengan hati penuh kegembiraan. tepatnya
dengan rasa syukur mungkin. ditambah pula dengan perawakan dan postur
tubuh yang terlihat kuat dan fat (gemuk). setelah beberapa langkah saya
berjalan dibelakang gerobak sampah itu.. terlihat seorang pengendara
motor memakai jaket kulit berwarna hitam pekat menghentikan laju
motornya, yang saya kira.. seseorang itu hanya akan sekedar menerima
telfon atau apalah. tidak disangka.. laki-laki gagah yang sepertinya
seumuran dengan bapak pengangkut sampah itu.
Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya.. dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh). tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal.. hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
Langganan:
Postingan (Atom)

