Sabtu, 21 April 2012

Perempuanku..Ijinkan Aku Memimpikanmu (Karena Kita Satu)

1333055704430766360Belum reda juga dengan bayangan tentang apa yang hadir di mimpiku pagi tadi, memimpikan kakek yang baru saja berpulang ke rahmatullah seminggu yang lalu. selepas dari mimpi itu aku kembali memejamkan mata. karena memang mata masih sayup dibasahi rasa kantuk walau matahari sudah beranjak dari peraduannya. hampir sejam aku kembali melanjutkan berkelana dialam bawah sadarku, mimpi itu hadir seakan nyata. tapi kali ini bukanlah sang kakek yang hadir dimimpiku, melainkan mamah. ya, hampir tidak pernah aku memimpikan perempuanku itu. perempuan yang sudah hampir 21 tahun menjadi sosok Wonder woman bagiku. keinginan untuk bertemu dan memeluk erat tubuhnya adalah hal yang paling aku idamkan untuk saat ini. entah.. seingatku tidak pernah sekalipun aku memimpikan beliau. dan mungkin dengan hadirnya beliau dimimpiku pagi ini adalah sedikit obat penawar rinduku kepadanya.
yang aku tau.. kerinduan ini adalah satu keindahan tersendiri, kerinduan kepada perempuan yang telah sudi meminjamkan rahimnya kepadaku, merawat dan menjadi singel parent selama hampir 4 tahun. dengan keterbatasannya beliau memberi nafkah tanpa pernah mengeluh sedikitpun. walau dengan keadaan yang memprihatinkan seperti saat inipun beliau masih tetap tidak pernah mengeluh. semangat dan semua pengorbanan beliau lah yang sering membuatku malu jika aku merasa rapuh menjalani semuanya. menjalani kehidupan yang seperti saat ini.

Perempuanku.. ijinkan aku selalu mempimpikanmu, memeluk erat jasadmu dalam mimpi terindahku. bermanja ria di pangkuanmu lagi. berbagi cerita dalam kenangan masa lalu, saat semuanya yang ada hanya canda tawa dan bahagia.
Perempuanku.. tetaplah hadir sebagai wonder womanku, yang tanpa lelah memacu gerak langkah sebagai seorang yang tangguh menguatkan keadaan yang merapuh. dan jika semua keindahan duniawi itu menghilang.. tak apalah, asal kita masih tetap berpeluk dalam cinta. berdua dalam satu jiwa karena kita satu.
Perempuanku.. aku merindumu, merindu cinta kasih dan lembutmu. merindu keederhanaan yang tercipta sebagai hawa, kelembutan sebagai seorang Ibu. ya, seorang ibu hanya untuk aku.
” Perempuanku.. aku merindumu ! sungguh aku merindumu mamah..
1333055755240892197

0 komentar:

Posting Komentar